Remajakan Kakao dengan Sambung Samping

Tanamana Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah komoditas perkebunan yang memang sesuai untuk perkebunan rakyat. Tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun. Hal ini menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan andalan. Peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedialapangan kerja dan sumber pendapatandan devisa negara. Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ke-3 dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Akan tetapi, dari segi produktivitas, Indonesia masih berada di bawah produktivitas rata-rata negara lain penghasil kakao.

Selain umur pertanaman yang sudah tua, banyak petani yang menanam kakao bukan dari jenis klon yang unggul. Saya ingat betul waktu kecil, bapak mengambil buah untuk dijadikan benih dengan hanya mengandalkan bentukan visual (morfologis) dari buah. Padahal, penggunaan biji sebagai bahan tanam tentu tidak menjamin kualitas turunannya. Kenyataannya seperti itu, setelah berbuah, banyak pohon yang hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kualitas perkakaoan kita. Mulai dari rehabilitasi (penanaman ulang) hingga peremajaan tanaman tua. Untuk rehabilitasi lebih cenderung digunakan bibit hasil sambung pucuk maupun okulasi. Ada juga yang menggunakan bibit hasil pembiakan secara kultur jaringan.

Sambung samping merupakan modifikasi cara okulasi (penempelan) dan grafting (sambungan). Pada prinsipnya menggabungkan atau menyambung batang bawah pada bagian samping batang dengan klon yang dikehendaki sifat-sifat baiknya. Harapannya adalah menghasilkan tanaman mempunyai potensi produksi yang jauh lebih baik.

Hasil Sambung Samping; Batang Atas dengan Buah Merah dan Bawah Tetap Hijau.

Hasil Sambung Samping; Batang Atas dengan Buah Merah dan Bawah Tetap Hijau.

Tidak semua tanaman tua dapat dilakukan penyambungan, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan:
a. Umur tanaman yang disambung tidak lebih dari 16 tahun.
b. Jika sudah lebih dari 16 tahun, maka yang perlu dilakukan adalah replanting atau menumbuhkan chupon (tunas air) untuk disambung pucuk).
c. Tingkat produktivitas kurang dari 500 kg/ha; 1 ha 1.000 pohon, dikonversi ke pohon (0,5 kg/pohon).
d. Kondisi batang tidak terserang kanker batang atau VSD.
Sedangkan pada entris harus memiliki syarat sebagai berikut :
a. Menggunakan klon yang memiliki sifat-sifat unggul.
b. Minimal tanaman telah berproduksi selama 3 tahun (6-7 tahun).
c. Jika dari pohon yang telah disambung, minimal 4 tahun setelah sambung samping;
d. Pohon induknya bebas kanker batang dan VSD.
e. Diameter cabang entries minimal 0,75 cm.
f. Berasal dari cabang ortotroph (dapat dilikat dari cabang yang tumbuh secara horizontal).
g. Warna cabang hijau kecoklatan (cabang yang aktif tumbuh). Jika cabang diamati saat mulai terbentuk , maka umur cabang sekitar 3-4 bulan.

Sebelum dilakuakan penyambungan, baik pada batang bawah maupun sumber entris dilakukan pemupukan. Tujuannya, agar tanaman menjadi aktif tumbuh saat penyambungan dilakukan. Pada tanaman yang aktif tumbuh, antara kulit dan kayu (lapisan kambium) menjadi basah sehingga kulit mudah dilepas. Ciri alami yang bisa dijadikan pedoman adalah adanya daun (pucuk) muda. Ini pula yang biasanya menandai awal dan akhir dari musim penghujan.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan, berikut tata cara pelaksanaan sambung samping:
1. Menyiapkan batang bawah dan entris sesuai dengan syarat di atas.
2. Entris kemudian dipotong menggunakan gunting, tiap potongan paling tidak memiliki 3 mata tunas. Sehingga, pada setiap cabang entris, bisa menghasilkan 3-4 entris.

Entris dari kakao Klon Unggul yang akan Disisipkan Di Batang.

Entris dari kakao Klon Unggul yang akan Disisipkan Di Batang.

3. Pada batang bawah kemudian dilakukan penyayatan hingga kulit pohon dubuang sedikit agar tidak mengganggu pemasangan entris. Sayatan dibuat pada bagian batang yang cenderung menonjol ke luar. Selain mempermudah pengerjaan, diasumsikan pada bagian tersebut metabolisme lebih lancar sehingga mamapu mempercepat penyatuan batang bawah dengan entris.

Salah Satu Bentuk Sayatan pada Batang Bawah.

Salah Satu Bentuk Sayatan pada Batang Bawah.

4. Dengan pisau tajam, entris disayat pada satu sisi membentuk sudut 30°. Sayatan ini harus betul-betul rata agar dapat melekat pada batang bawah tanpa celah. Sayatan dibuat pada sisi yang memungkinkan tunas yang tumbuh ke arah kiri dan kanan batang.

Entris Disayat pada satu Sisi.

Entris Disayat pada satu Sisi.

5. Masukkan entris ke dalam sayatan batang. Pastikan entris terpasang dengan baik sehingga tidak mudah goyah saat dilakukan pengikatan.

Posisi Entris pada Batang Bawah.

Posisi Entris pada Batang Bawah.

6. Dengan menggunakan platik bening (plastik es) yang elastis, entris dan batang bawah dibalut dengan sistem pemasangan atap (dari bawah ke atas). Hal ini memungkinkan bidang sambungan akan aman dari air jika terjadi hujan.

Entris dan Batang Bawah Dibalut Rapat dengan Plastik.

Entris dan Batang Bawah Dibalut Rapat dengan Plastik.

7. Setelah 3 minggu, pada entris akan tumbuh tunas. Saat itu pula sungkup yang menutupi tunas harus segera dilepas pula agar tunas bapat tumbuh dan berkembang.

Tunas Pada Entris akan Tumbuh setelah 3 Minggu Sejak Penempelan, Plastik pun Dilepas.

Tunas Pada Entris akan Tumbuh setelah 3 Minggu Sejak Penempelan, Plastik pun Dilepas.

Kondisi Entris dan Batang Bawah Setelah Terjadi Pertautan, Dilihat secara Melintang.

Kondisi Entris dan Batang Bawah Setelah Terjadi Pertautan, Dilihat secara Melintang.

8. Lakuakan pemeliharaan secara intensif pada tunas. Lakukan pula pemangkasan secara bertahap pada batang utama agar tunas entris mendapat ruang uang lebih.
9. Jika tunas telah kuat, batang utama segera dipotong (poladring). Pemotongan inilah kemudian menjadi proses pergantian klon tanaman kakao yang ada dalam kebun.

Poladring (Pemotongan Batang Utama)

Poladring (Pemotongan Batang Utama)

Alat yang Digunakan saat Poladring.

Alat yang Digunakan saat Poladring.

Tunas pada Entris Tidak Dapat Tumbuh Baik jika Tidak Dilakukan Poladring.

Tunas pada Entris Tidak Dapat Tumbuh Baik jika Tidak Dilakukan Poladring.

10. Lakukan training (pemangkasan bentuk) pada tunas secara kontinu. Jika bunga muncul, sebaiknya dirompes dulu karena justru akan menguras energi pada pohon.

Training (Pemangkasan Bentuk) akan Menghasilkan Tanaman yang Memiliki Tajuk Kuat dan Ideal.

Training (Pemangkasan Bentuk) akan Menghasilkan Tanaman yang Memiliki Tajuk Kuat dan Ideal.

11. Setelah percabangan betul-betul stabil, barulah tanaman siap untuk dibuahkan.

Kakao Hasil Sambung Samping Siap Dibuahkan.

Kakao Hasil Sambung Samping Siap Dibuahkan.

12. Proses selanjutnya merupakan rutinitas antara panen sering, pemangkasan, pemupukan, dan sanitasi.

Semoga tanaman kakao kita dapat lebih produktif dan memiliki daya saing yang kompetitif dengan kakao dari negara lain. Pada akhirnya kesejahteraan petani dapat terwujud dengan sendirinya.

Sumber : https://enalgattuso8.wordpress.com/2015/03/11/remajakan-kakao-dengan-sambung-samping/